Kamis, 31 Mei 2012

definisi dan ruang lingkup taksonomi


A. LATAR BELAKANG
            Istilah taksonomi di ciptakan oleh A.p de Candolle, seorang ahli tumbuhan bangsa swiss di herbarium genewa yang artinya teori tentang klasifikasi tumbuhan (ridang,1989) secara etimologis taksonomi berasal dari bahasa yunani taksonomi artinya unit atau kelompok dan nomos artinya hokum jadi hokum yang di gunakan  untuk menempatkan suatu makhluk hidup pada takson tertentu.
            Tujuan taksonomi tumbuhan adalah untuk penemuan flora-flora di dunia, memberikan sebuah metode identifikasi dan komonikasi yang tepat, menghasilkan system klasifikasi yang  terkait  dan menyeluruh, memberikan nama ilmiah yang benar pada setiap takson tumbuhan sesuai dengan aturan tata nama tumbuhan, membuat keteraturan dan keharmonian ilmu pengetahuan mengenai organisme sehingga tercipta suatu system yang sederhana dan dapat digunakan oleh orang lain. Taksonomi  tumbuhan juga mempunyai peranan dalam program- program pembangunan menuju ke swasembada pangan mencakup bagaimana memberikan saran dalam memilih antar varietas yang akan disilangkan untuk menghasilkan bibit unggul dan membantu memilih jeni-jenis tumbuhan yang cocok untuk di budidayakan. Disamping itu taksonomi juga berperan dalam pengembangan obat-obatan.
            Belajar taksonomi tumbuhan kaitannya dengan tehnik pembuatan herbarium dan bagaimana cara kita untuk mengoleksi atau mengolahnya di lapangan supaya menghasilkan tumbuhan herbarium yang berkualitas,itulah sebabnya kita perlu mempelajari bagaimana tehnik mengoleksi tumbuhan di lapangan dengan baik
            Specimen herbarium yang baik harus memberikan informasi terbaik mengenai tumbuhan tersebut kepada peneliti. Dengan kata lain, kita mengoleksi tumbuhan itu harus mempunyai seluruh bagian tumbuhan dan harus ada keterangan yang jelas yang memberikan seluruh informasi yang tidak Nampak pada specimen herbarium.










B. PEMBAHASAN
A.Definisi dan ruang lingkup taksonomi
Istilah taksonomi di ciptakan oleh A.P.de Candolle, seorang ahli tumbuhan bangsa swiss di herbarium genewa. Yang artinya teori tentang klasifikasi tumbuhan(Rideng,1989). Secara etimologi taksonomi berasal dari bahasa yunani yaitu: takson yang artinya kelompok atau unit dan nomos yang artinya: jadi hukum atau aturan yang di gunakan untuk menempatkan suatu makhluk hidup  pada takson tertentu. Kegiatan pokok taksonomi tumbuhan ada tiga yaitu: penanaman, pertelaan cirri-ciri dan penggolongan.taksonomi merupakan bagian dari sistematika(Rifai,1976).Sistematika cakupannya lebih luas yaitu meliputi taksonomi, studi evolusi dan  filogeni(Stuessy,1989).
Tujuan taksonomi tumbuhan adalah:
1.Untuk penemuan flora-flora di dunia
2,memberikan sebuah metode identifikasi dan komonikasi yang tepat.
3.menghasilkan system klasifikasi yang terkait dan menyeluruhdan
4.memberikan nama ilmiah yang benar pada setiap takson tumbuhan sesuai dengan aturan tatanama tumbuhan.
5.Membuat ketraturan dan keharmonian ilmu pengetahuan mengenai organism sehingga tercipta suatu system yang sederhana yang dapat di gunakan oleh orang lain
            Taksonomi tumbuhan juga mempunyai peranan dalam program pembangunan menuju ke sua sumbada pangan mencakup:
a.       Intensifikasi yaitu: dengan memberikan saran dalam memilih tumbuhan antar varietas atau antar jenis yang hendak di silangkan untuk memperoleh bibit unggul.
b.      Diversifikasi (pembudidayaan berbagai jenis tananaman,taksonomi tumbuhan dapat membantu memilih jenis2 tumbuhan yang cocok untuk tujuan tersebut.
c.       Ekstensifikasi (perluasan areal) ,taksonomi dapat memilih jenis tumbuhan yang dapat di gunakan sebagai indicator tanah .di samping itu taksonomi juga berperan dalam pengembangan obat-obatan tradisional. Dalam industry tempe misalnya, taksonomi dapat berperan dalam jenis-jenis lain yang semarga dengan kedelai (bahan bakut tempe) yang mempunyai kadar lemak dan protein yang lebihy tinggi, sehingga secara teoritis dapat juga di pakai sebagai bahan baku tempe di samping kedelai yang sudah umum di kenal(Rideng,1989).
1).Hubungan dengan ilmu botani lain
            Seorang ahli taksonomi harus mempunyai pengetahuan tentang morfologi,embriologi,anatomi,sitogenetik dan ilmu jenis lainnya. Cabang ilmu ini juga merupakan dasar dari botani ,tapi di lain pihak perkembangannya sanagat tergantung pada kemajuan cabang-cabang botani lainnya.  Data-data yang di ungkapakan sebagai hasil penelitian sitologi ,genetika ,anatomi ,ekologi ,morfologi ,palinologi, palaentologi ,fitogeografi, fitokimia,dan cabang-cabang botani lain sangat berguna bagi botani sistematika.Akan tetapi ilmu-ilmu itu sendiri tidaklah akan berjalan pesat secara efesien tanpa bantuan tanpa botani Sistematika.
2).Tahap Perkembangan
            Menurut Davisand and Heywood(1963) Ada 4 tahapan perkembangan taksonomi yaitu:
            1.Fase eksplorasi
            2.Fase konsolidasi
            3.Fase biosistematik
            4.Fase ensiklopedik.
Turril membagi tahap ini dengan cara yang berbeda, lebih menunjukkan kesinambungan antara satu fase ke fase yang lain. Yaitu: taksonomi alfa yang ekuivalen dengan faseekplorasi dan konsulidasi, dan taksonomi omega ekuivalen dengan faseensiklopedik.Taksonomi alfa lebih kurang sepenuhnya tergantung pada cirri morfologi luar,Sedangkan taksonomi omega menekankan pada semua cirri taksonomi yang ada.
Fase ekplorasi di sebut juga fase pioneer, sesuai dengan salah satu tujuan taksonomi yaitu inventarisasi semua tumbuhan yang ada di muka bumi.Pada fase ini yang lebih di tekankan adalah identifikasi yang di dasarkan.
Fase konsolidase di sebut juga fase sisitematika.pada fase ini studi lapangan di lakukan secara intensif dan bahan herbarium sudah lebih lengkap. Pada fase ini flora dan dasar-dasar monografi mulai di terbitkan.
Fase biosistematika di sebut juga fase eksferimental. Pengetahuan terhadap tumbuhan bukan hanya kepada distribusi geografis tetapi informasi juga kepada tingkat yang lebih luas misalnya jumlah dan morfologi kromosom.Pada fase ini kegiatan yang menonjol adalah: Analisis system kawin silang,pola variasi dan penelitian yang menyangkut aspek-aspek taksonomi di bidang kimia(kemotaksonomi),taksonomi kuantitatif(numerical taxonomi),sitologi,anatomi,embriologi dan palinologi.
Fase ensiklopedik ini merupakan koordinasi dari tiga fase sebelumnya .semua data (cirri taksonommi) yang ada di analisis dan di sentesis untuk membuat satu atau lebih system klasifikasi yang mencerminkan hubungan kekerabata secara filogenetis.
3).Determinasi
Determinasi yaitu membandingkan suatu tumbuhan dengan satu tumbhan lain yang sudah di kenal sebelumnya (di cocokkan atau di persamakn).Karna di dunia tidak ada dua benda yang identik atau persis sama, maka istilah determinasi(inggris to determine=menentukan ,memastikan)
4).Cara Mendeterminasi Tumbuhan
            Untuk mendeterminasi tumbuhan pertama kali adalah mempelajari sifat morfologi tumbuhan tersebut(seperti posisi, bentuk ukuran dan jumlah bagian-bagian daun, bunga, buah dan lain-lainya). Langkah berikut adalah membandingkan atau mempersamakn cirri-ciri tumbuhan tadi dengan tumbuhan lainnya yang sudah di kenal identitasnya, dengan menggunkan salah satu cara di bawah ini:
            1.Ingatan pendeterminasian ini di lakukan berdasarkan pengalaman atau ingatan kita.
            2.Bantuan orang pendeterminasian di lakukan dengan meminta bantuan ahli-ahli botani sistematika yang bekerja di pusat-pusat penelitian botani sisitematika, atau siapa saja yang bisa memberikan pertolongan.
            3.Spesimen acuan pendeterminasian tumbuhan dapat juga di lakukan dengan membandingkan langsung dengan specimen acuan yang biasanya di beri label nama.
            4.Pustaka cara lain untukmendeterminasi tumbuhan adalah dengan membandingkan atau mencocokkan cirri-ciri tumbuhan yang akan di determinasi dengan pertelaan-pertelaan gambar-gambar yang ada dalam pustaka.
            5.Komputer berkat pesatnya kemajuan tekhnologi dan biometrika aka nada mesin elektronika modern yang diprogramkan untuk menyimpan,mengolah dan memberikan kembali keterangan-keterangan tentang tumbuhan-tumbuhan.
5).Aturan pembuatan kunci determinasi
            Kunci determinasi merupakn suatu alat yang di ciptakan khusus untuk memperlancar pelaksanaan pendeterminasian tumbuh-tumbuhan.Ciri-ciri tumbuhan di susuun sedemikian rupa sehingga selangkah demi selangkah si pemakai kunci determinasi di paksa memilih satuu di antara dua atau beberapa sifat yang bertentangan begitu seterusnya hingga akhirnya sehingga di peroleh suatu jawaban berupa identitas tumbuhan  yang di inginkan beberapa syarat kunci detrminasi yang baik menurut vogel(1989) antara lain:
            a.Ciri yang di masukkan mudah di observasi, karakter internal di masukkan bila sangat penting.
            b.Menggunakan karakter positif dan mencakup seluruh variasi dalam grupnya.
            c.Deskripsi karakter dengan istilah umum yang di mengerti orang.
            d.Menggunakan kalimat sesingkat mungkin ,hindari deskripsi dalam kunci.
            e.Mencantumkan nomer couplet
            f.Mulai dari cirri umum ke husus, bawah ke atas.
B.Sumber bukti taksonomi
1,Peranan sumber bukti taksonomi
Sifat dan cirri taksonomi sangat penting sebagai sumber bukti taksonomi untuk memecahkan berbagai permasalahan taksonomi. Sifat-sifat yang di pakai sebagai bukti taksonomi dalam mendeterminasi, mencirikan dan menggolongkan jenis-jenis tumbuhan dapat berasal dari seluruh bagian dan dari semua fase serta proses pertumbuhan tumbuhan itu.
2.Beberapa sumber bukti taksonomi.
             Sumber bukti taksonomi dapat berasal dari cabang biologi antara lain:
a.Morfologi
Ciri-ciri morfologi berfaedah besar,bahkan pada pengamatan specimen-spesimen herbarium,cirri-ciri ini menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi untuk menyusun klasifikasi.Banyak cirri-ciri morfologi yang penting ternyata di abaikan baik dari sifat negatifnya maupun sifat generative.Ciri-ciri ini biasanya
-Sulit di lihat (missal kelenjar madu ,lodicula, tangkai benang sari)
-Sulit di buat koleksi (missal pangkal daun dari suku palmae)
Ciri-Ciri vegetative yang mempunyai nilai taksonomi antara lain:
1.Perawakn(habitus).
            Perawakan ini berhubungan dengan tanda-tanda seperti ukuran,percabangan,persebaran,kerapatan,bentuk,ukuran serta tekstur daun, system perakaran, cara perkembangbiakan, serta kehidupan dan preodifitas.
2.Organ-organ dalam tanah.
            Bagian tumbuhan yang berada di dalam tanah sering kali memberikan cirri-ciri berharga untuk pemisahan taksonomi,tetapi sering kali tidak mendapat perhatian.
3.Daun
            Bentuk daun sering kali memberikan variasi yang luas mulai denagan pangkal daun sampai ujung daun ,khususnya tunas dari berbagai pohonan yang berbeda jenisnya. Ptiksis yaitu cara pengulungan atau pelipatan organ-organ yang berdiri sendiri seperti daun atau petala pada waktu kuncup.sifat-sifat ptiksis ini dapat sebagai bukti taksonomi pada takson tertentu seperti marga primula,Suku rosaciae.
b.Embriologi
            individu dalam marga atau suku mungkin di cirikan dengan tipe embrionya, dan tanda ini mungkin dapat di pakai untuk menentukan pembatasan taksonomi dan kekerabatan alami.
c.Anatomi
            Data anatomi antara lain dapat di pergunakan untuk tujuan paraktis ,misalnya identifikasi,penggolongan atau mempelajari arah filogenetik dan tingkat kekerabatan peranan anatomi perbandingan batang dalam taksonmi antara lain:
·         Mempunyai nilai untuk pengenalan dan untuk menentukan kekerabatan dan arah evolusi spesialisasi
·         Sebagai cirri identifikasi, sifat-sifat anatomis mungkin dapat di pergunakan pada semua tingkat taksonomi, tetapi pada tingkat jenis dan di atas tingkat suku dalam angiospermai cenderung kurang dapat di percaya
·         Di atas tingkat suku pada angiospermai, heterogenitas struktur anatomis mengingatkan asal” polyphyletic”
·         Kriteria endomorfik tidak mempunyai nilai yang sama pada seluruh takson
·         Faktor-faktor lingkungan dapat menyebabkan variasi pada sifat-sifat anatomis
·         Sistematik anatomi dalam pendekatan taksonomi melengkapi eksomorfologi
·         Persamaan cirri-ciri anatomi dapat timbul melalui evolusi searah dan evolusi menyebar.

d.Palinologi
      Ciri-ciri utama butir polen yamg mempunyai nilai taksonomi adalah jumlah dan posisi alur.Tipe butir polen pada angiospermae ada dua tipe pokok yaitu:
·         Monocolpate:butir polen yang di lengkapi suatu alur tunggal yang terdapat pada satu sisi butir polen yang jauh dari titik hubungan setrad.
·         Trocolpate:butir polen dengan tiga alur meridional
e.Sitologi
Data sitologi umumnya bersal dari nucleus,jumlah dan morfologi kromosom, dan kelakuan kromosom pada waktu meosis.Sitotaksonomi adalah di siplin ilmu yang mempelajari variasi dan menerangkan ketidaksinambungan variasional dan kekerabatan dalam batas-batas sitologi.
f. Fisiologi
Tumbuhan yang tergolong dalam satu jenis di anggap menunjukkan sifat fisiologi yang sama pula. tumbuhan yang menunjukkan sifat morfologi yang sama mungkin sifat fisiologisnya berbeda.
g. Fitokimia
Ciri kimiawi dapat mempunyai nilai taksonomi yang tinggi jika dapat menunjukan konstan, tidak menyebar pada seluruh takson secara sama, tidak mudag terpengaruh satu dengan yang lainnya .Ciri kimiawi dapat di golongkan menjadi tiga kelompok yaitu:
·         Secara langsung dapat di lihat seperti butiran pati dan rafid
·         Berupa hasil tumbuhan seperti alkaloid,flavonoid, dan terpenoid
·         Serologi dan elektroforesis protein
Substansi kimiawi yang secara langsung dapat di lihat:
1.      Butiran-butiran pati
Butiran-butiran pati terdapat di dalam plastisida-plastisida.Butiran-butiran dapat tunggal atau majemuk.

2.      Rafid
3.      Merupakan tungkalan-tungkalan Kristal kalsium yang terkandung dalam sel-sel besar dalam tumbuhan.Tukalan-tukaln Kristal kalsium oksalat ini terbatas pada kelompok tumbuhan tertentu danmempunyai nilai sebagai bukti hubungan kekerabatan
C.Tehnik pembuatan specimen herbarium
1.Definisi dan fungsi herbarium.
            Herbarium berasal dari kata”hortus dan botanicus”,artinya kebun botani yang di kringkan secara sederhana yang di maksud herbarium adalah koleksi specimen yang telah di keringkan.
            Fungsi herbarium antara lain:
a.      Sebagai pusat refrensi
Merupakan sumber utama untuk identifikasi tumbuhan bagi para ahli taksonomi, ekologi, patugas yang menanangani jenis tumbuhan langka, pecinta alam, para petugas yang brgerak dalam konservasi alam.
b.      Sebagai lembaga dokumentasi
Merupakan koleksi yang mempunyai nilai sejarah, seperti tipe dari taksa baru, Contoh penemuan baru, tumbuhan yang mempunyai nilai ekonomi dll.
c.       Sebagi pusat penyimpanan data ahli kimia memamfaatkannya untuk mempelajari alkaloid,ahli Farmasi mengggunakan untuk mencari bahan ramuan untuk obat kanker dan sebaginya.                                                                                                           2.Cara mengoleksi tumbuhan di lapangan
      Persiapan koleksi yang baik di lapangan merupakn aspek penting dalam praktik pembuatan herbarium.Specimen herbarium yang baik harus memberikan informasi terbaik mengenai tumbuhan tersebut kepada para peneliti. Hal-hal yang perlu di perhatikan mengoleksi tumbuhan antara lain:
a)      Perlengkapan
Bebrapa perlengkapan yang di perlukan untuk menoleksi tumbuhan di lapanga antara lain: gunting tanaman,buku catatan, label,pensil,lensa tangan, Koran bekas,penekan atau penghimpit,tali pengikat,vasculum,kantong plastic,alcohol,kantong kertas(untuk cryptogamae,buah dan bij),peta,kamera dan sebaginya.
b)      Apa yang di koleksi
·         Tumbuhan kecil harus di koleksi seluruh organnya
·         Tumbuhan besar atau pohon,di koleksi sebagian cabangnya dengan panjang 30-40cm yang mempunyai organ lengkap:Daun(minimal punya tiga daun untuk melihat phylotaksis),bunga dan buah,di ambil dari satu tumbuhan.Untuk pohon yang sangat tinggi, pengambilan organ generativnya bisa di lakukan dengan galah,ketapel atau menggunakn hewan.
·         Untuk pohon atau perdu kadang-kadang penting untuk mengoleksi kuncup( daun baru) karna kadang-kadang stipulanya sudah gugur brakhtea sering di temukan hanya pada bagian-bagian yang muda
·         Tunbuhan herba di koleksi seluruh organnya kecuali untuk herba besar seperti araceae
·         Koleksi tumbuhan hidup: di anjurkan untuk di tanam di kebun botani dan rumah kaca.contoh: Akarnya di bungkus dengan lumut,akar-akar paku,serat kelapa,anggrek.
c)      Catatan lapangan
Catatan lapangan segera dibuat setelah mengkoleksi tumbuhan, berisi keterangan-keterangan tentang cirri-ciri tumbuhan tersebut yang tidak terlihat setelah sepesimen kering pengeringan .beberapa keterangan yang harus di cantumkan antara lain ;lokasi ,habitat ,habit ,warna (bunga,buah) bau,eksudat,pollinator (kalao ada), pemamapaat secara local ,nama daerah dan sebagainya.
d)     Pengeringan specimen
Setelah di label (etiket gantumg) koleksi di masukkan ke dalam lipatan kertas Koran di masuk kan ke kntong plastic di siram dengan alcohol 70% hingga basah di keringkan .pengeringan dapat di lakukan dengan beberapa cara yaitu :panas matahari ,menggunakan kayu bakar, arang dan dengan plastic.
e)      Proses pngerinngan
-          5-10 spesimen di apit dengan penekan atao sasak ukuran 45x35 cm .untuk specimen yang bayak , bisa di gunakan karton atao aluminium brombak atao beralur untuk mengapit specimen sehingga tidak perlu mengganti ganti kertas Koran ,di letak kan pertikel .
-          Buah-buah besar di pisah , di masuk kan ke dalam kantok ,beri label dan keringkan terpisah.
-          Tumbuhan yang sangat linak di masukkan ke dalam air mendidih beberapa menit untuk membunuh jaringan dan mempercepat pengeringan .
-          Di balik balik secara teratur, kertas dig anti beberapa kali terutama hari pertama , kalao specimen sudah kaku lebih bdi tekan lagi
-          1,5-2 hari specimen akan kering
f)       Pembuatan herbarium
1)         Mounting
§  Spesimen yang sudah kering di jahit atao di lem di atas kertas karton
·         Gunakan kertas yang kuat atao tidak cepat rusak dan kaku , ukuran 29x43 cm
·         Untuk tumbuhan palmae atao tumbuhan lain yang organnya besar , 1 spesimen di mounting pada beberapa lembara kertas
2)         Labeling
·         Label yang berisi keterangan-keterangan tentang tumbuhan tersebut di letakan di sudut kiri bawah atau sudut kanan bawah
·         Specimen di pisahkan sesuai dengan kelompoknya kemudian di identifikasi
·         Dianjurkan membuat lembar label kosong untuk kemungkinan perubahan nama
3)      Penagasapan dan peracunan(fumigasi)
·         Sebelum memasukkan specimen ke herbarium terlebih dahulu harus di asap dengan carbon bisulfida dalm ruangan tertentu.Metode lain dapat di lakukan dengan menambahkan Kristal paradiklorobenzen. Umumnya herbarium-herbarium melakukan fumigasi dengan interval 1,2,3 tahun.Umumnya specimen di susun kedalam kotak atau lemari khusus berdasarkan alpahabet.


C.KESIMPULAN

1.      Determinasi yaitu membandingkan suatu tumbuhan dengan satu tumbuhan lain yang sudah di kenal sebelumnya (dicocokkan atau dipersamakan). Karena di dunia ini tidak ada dua benda yang identik atau persis.
2.      Sumber bukti taksinom dapat berasal dari cabang cabang biologi antaralain :morpologo, emberiologi, anatomi , palinologi, sitologi ,fisiolgi dan fitokimiawi.
3.      Herbarium berasal dari kata” hortus dan botanicus’,artinya kebon botani yang di keringkan.Secara sederhana yang di maksud herbarium koleksi specimen yang telah di keringkan, biasanya di susun berdasarkan sisitem klasifikasi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar