Rabu, 04 Juli 2012

paku biji


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar belakang
            Paku biji (peteridospermae) atau(cycadofilicinae) adalah tumbuhan fosil yang barang kali telah hidup dalam zaman Devon, mencapai puncak perkembangan nya dalam zaman Karbon dan Perm. Dan talah punah pada zaman mesozoikum. Mengingat ciri ciri nya, peteridospemae mengambil tempat di antara peteridophyta dan gymnospermae. Daun nya menyerupai daun tumbuhan paku, sforofil nya menyerupai daun biasa tetapi belum terkumpul menjadi bunga
            Kelas cycadinae hanya terdiri atas satu bangsa yaitu cycadales dengan satu suku cycadaceae. Rupanya kelompoktumbuhan initelah mulai muncul di atas bumi kita menjelang akhir zaman palaeozoikum. Habitus nya menyerupai palma,berkayu, tidak atau sedikit sekali bercabang,teras besar, korteks tebal. Penebalan sekunder kadang kadang di sebab kan oleh beberapa kambium yang berbentuk lingkaran.
            Kelas bennettitinae, dalam kelas ini telah punah. Tumbuhan tumbuhan ini hidup zaman mesozoikum terutama tersier dalam trias atas dan pertengahan zaman kapur.
B. Rumusan Masalah
            1.Bagaimana mengetahui tumbuhan paku biji
            2. Apakah paku biji itu
            3. Bagai mana mengetahui cycadinae dan bennettitinae
C. Tujuan
            1. Untuk mengetahui tumbuhan paku biji
            2. Untuk mengetahui kelas cycadinae dan bennettitinae
D. Manfaat
            1.Dapat mengetahui tumbuhan paku biji lebih luas
2.Dapat mengetahui kelas cycadinae dan bennettitinae

















BAB II
PEMBAHASAN
A.Paku Biji
            Paku biji (peteridospermae) atau(cycadofilicinae) adalah tumbuhan fosil yang barang kali telah hidup dalam zaman Devon, mencapai puncak perkembangan nya dalam zaman Karbon dan Perm. Dan talah punah pada zaman mesozoikum. Mengingat ciri ciri nya, peteridospemae mengambil tempat di antara peteridophyta dan gymnospermae. Daun nya menyerupai daun tumbuhan paku, sforofil nya menyerupai daun biasa tetapi belum terkumpul menjadi bunga.
            Batang nya kecil seperti liana atau tumbuh tegak mempunyai xilem yang eksark atau endark dengan pertumbuhan menebal. Kayu sekunder mempunyai trakeida dengan noktah noktah halaman dan jari jari teras yang lebar. Pembentukanbiji dari makrosporangium adalah suatu sifat yang menentukan untuk menempat kan golongan tumbuh tumbuhan ini dalam barisan tumbuhan biji. Di temukan nya tumbuhan ini adalah suatu peristiwa yang penting dalam fitopaleontologi. Dari peteridospermae kita kenal 2 suku yaitu:
·         suku Lyginopteridaaceae. Batang  ada yang memanjat, tidak atau sedikit saja bercabang, mempunyai teras atau tidak. Unsur unsur kayu seperti pada gymnospermae tersusun radier. Baik akar maupun batang nya mempunyai kambium dan ,e,perlihat kan pertumbuhan menebal sekunder. Tajuk pohon berbentuk kipas, bakal biji mempunyai piala. Contoh lyginopteris oldhamia.
·         Suku medullosaceae. Batang nya mempunyai banyak stele, masing masing memperlihat kan pertumbuhan menebal sekunder, bakal biji tidak mempunyai piala.
Bangsa : CAYTONIALES
            Di samping kedua suku tadi ada sekelompok tumbuhan yang telah punah yang masih dekat hubungan kekeluargaan nya dengan peteridospermae. Tetapi di masukkan kedalam kelompok tersendiri, yaitu bangsa Caytoniales. Daun bertangkai, pada ujung nya terdapat 3-6 segmen. Daun daun yang fertil mempunyai segmen segmen menyirip, ujung nya melengkung dan dengan demikian merupakan suatu lekukan, yang di dalam nya terdapat beberapa bakal biji, jalan masuk ke dalam lekukan itu berupa suatu celah yang dapat kita naggap dapat mempunyai fungsi seperti kepala putik.mikrosporangium terkumpul pada ujung ujung sirip daun. Biji tidak di temukan. Tumbuhan tumbuhanini hidup pada zaman mesozoikum (trias dan kapur)

B. Cycadinae
             Kelas cycadinae hanya terdiri atas satu bangsa yaitu cycadales dengan satu suku cycadaceae. Rupanya kelompoktumbuhan initelah mulai muncul di atas bumi kita menjelang akhir zaman palaeozoikum. Habitus nya menyerupai palma,berkayu, tidak atau sedikit sekali bercabang,teras besar, korteks tebal. Penebalan sekunder kadang kadang di sebab kan oleh beberapa kambium yang berbentuk lingkaran. Daun tersusun dalam rozet batang, berbagai menyirip yang masi muda tergulung seperti dau paku.
            Sporofil tersusun dalam strobilus yang berumah dua. Strobilus selalu terminal tanpa bagian bagian yang menyerupai daun pada pangkal nya. Strobilus ♂ amat besar, terdiri atas banyak sporofil yang berbentuk sisik dengan banyak mikrosporangium. strobilus♀ juga besar, sporofil berbentuk sisik dengan dua bakal biji. Pada cycas makrosporofil berbage menyirip dengan 2-5 bakal biji. Hanya memiliki satu integumen yang tebal. Dalam nuselus dibawah mikrofil terdapat sebuah ruang, ruang serbuk sari (pollenkamer)  makroprotalium besar  pada bagian yang menghadap mikrofil terdapat ruang arkegonium dengan beberapa arkegonium di bawah nya yang mempunyai seltelur yang besar (sampai 6mm) inti saluran perut yang segera lennyap, dan dua sel dinding leher.
            Menjelang waktu persarian atau penyerbukan, bakal biji mengeluar kan tetes penyerbukan untuk menagkap serbuk sari yang ketika jatuh di situ telah membentuk suatu sel protalium dengan sel generatif. Jika tetes penyerbukan menjadi kering, serbuk sari itu seakan akandi isap kedalam dan masuk kedalam ruang serbuk sari yang telah berhasil menangkap serbuk sari lalu menutup. Tetapi kearah dalam ruang serbuk ini  membuah hubungan dengan ruang arkegonium dengan melarut sel sel nuselus. Eksin serbuk sari lalu pecah dan serbuk sari berkecambah menjdi bukuh serbuk sari yang lalu masuk dengan mendesak jaringan nuselus. Bukuh serbuk sari (mikroprotalium) ini fungsi nya belum seperti pada angieospermae (membawa inti generatif ke sel telur) melainkan hanya untuk kekuatan dan pemberi makanan kepada gametofit ♂ dalam ruang serbuk sari.
Bersamaan dengan pembentukan buluh serbuk sari itu sel generatif lalu membelah menjadi sel tangkai dan sel spermatogen.  Sel spermatogen ini seterus nya membelah lagi menjadi dua sel sperma, yang masing masing lalu menjelma menjadi spermatozoid yang dapat bergerak dengan bebas. Kedua sepermatozoid itu akhirnya di desak keluar dari buluh serbuk sari. Spermatozoid itu tergolong sel yang besar dengan diameter sampai 0,3 mm, bentuk nya seperti siput dengan bulu bulu cambuk yang melingkar seperti spiral, yang dapat berenang  menuju ke arkegonium  melalui cairan yang rupa rupanya di keluarkan oleh buluh serbuk sari ke dalam ruang arkegonium. Salah satu dari spermatozoid itu,setelah melepaskan kulit beserta bulu bulu cambuk nya, lalu masuk kedalam sel telur,dalam intinya bersatu dengan inti sel telur. Dari penyerbukan sampai terjadinya pembuahan di perlukan waktu sampai beberapa bulan.
            Zigot lalu tumbuh menjadi pro emberio. Hanya ujung bawah nya saja yang bersel banyak dan hanya bagian bawah sel sel itu yang merupakan emberio yang sesungguh nya . bagian atas nya di namakan pendukung emberio atau suspensor,  yang lalu memanjang dan mendesak emberio ke dalam protalium. Protalium mempunyai fungsi seperti endosperm pada angiospermae. Dari suku cycadaceae yang terdapat di indonesia adalah marga cycas,a,I.:
Cycas rumphii, tanaman hias, sebagian akar nya merupakan  yang di namakan akar bunga karang  yang di dalam nya terdapat ganggang biru Anabanea,  yang dapat mengikat N udara.
            Marga lain, terutama terdapat di benua amerika ialah : Dioon, Zamia, Ceratamia ,Microcycas, di benua asia: Encephalartos dan Microcycas, di benua Afrika:  Macrozamia, dan di Australia: bowenia.  Semua nya meliputi 9 marga dengan 65 jenis.

C. Bennettitinae
            Kelas ini telah punah,dari sisa sisa yang di temukan di jadikan satu suku yaitu:
·         Suku bennettitaceae. Tumbuh tumbuhan berkayu, batang pengek seperti umbi atau panjang seperti anak payung yang menggaru, mempunyai teras di pusat dan sedikit kayu. Daun menyirip, jarang tidak. Strobilus dalam ketiak daun, kadang kadang pada tangkai yang pendek dan keluar dari bagian batang yang telah tua, kadang kadang juga di ujung (terminal) pada cabang cabang atau batng batang yang menggarpu. Suatu stroilus mungkin hanya terdiri atas mikrosporofil saja, mungkin juga terdiri atas mikro dan makrosporofil. Mikrospofil mempunyai daun, menyirip ganda dan tersusun merupakan suatu karangan, dengan sinangium berbentuk kantong, dapat pula mikrosporofil itu utuh dan mempunyai sinagium yang lebih kecil. Makrosporofil banyak terdapat pada bagian atas strobius. Sebagian berbentuk tangkai dengan suatu bakal biji pada ujung nya, sebagian mandul dan berbetuk sisik di antara bakal bakal biji. Bakal biji dengan 1 integumen dan suatu ruang serbuk sari. Lembaga mempunyai dua daun lembaga. Strobilus pada pankal nya mempunyai sisik sisik yang tersusun dalam suatu spiral. Gametofit nya tidak di kenal. Tumbuh tumbuhan ini hidup dalam zaman mesozoikum terutama tersiar dalam trias atas dan  pertengahan zaman kapur.




BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Paku biji (peteridospermae) atau(cycadofilicinae) adalah tumbuhan fosil yang barang kali telah hidup dalam zaman Devon, mencapai puncak perkembangan nya dalam zaman Karbon dan Perm. Dan talah punah pada zaman mesozoikum. Mengingat ciri ciri nya, peteridospemae mengambil tempat di antara peteridophyta dan gymnospermae. Daun nya menyerupai daun tumbuhan paku, sforofil nya menyerupai daun biasa tetapi belum terkumpul menjadi bunga.
. Dari peteridospermae kita kenal 2 suku yaitu:
·         suku Lyginopteridaaceae. Batang  ada yang memanjat, tidak atau sedikit saja bercabang, mempunyai teras atau tidak. Unsur unsur kayu seperti pada gymnospermae tersusun radier. Baik akar maupun batang nya mempunyai kambium dan ,e,perlihat kan pertumbuhan menebal sekunder. Tajuk pohon berbentuk kipas, bakal biji mempunyai piala. Contoh lyginopteris oldhamia.
·         Suku medullosaceae. Batang nya mempunyai banyak stele, masing masing memperlihat kan pertumbuhan menebal sekunder, bakal biji tidak mempunyai piala.
Kelas cycadinae hanya terdiri atas satu bangsa yaitu cycadales dengan satu suku cycadaceae. Rupanya kelompoktumbuhan initelah mulai muncul di atas bumi kita menjelang akhir zaman palaeozoikum. Habitus nya menyerupai palma,berkayu, tidak atau sedikit sekali bercabang,teras besar, korteks tebal. Penebalan sekunder kadang kadang di sebab kan oleh beberapa kambium yang berbentuk lingkaran. Daun tersusun dalam rozet batang, berbagai menyirip yang masi muda tergulung seperti dau paku.
Suku bennettitaceae. Tumbuh tumbuhan berkayu, batang pengek seperti umbi atau panjang seperti anak payung yang menggaru, mempunyai teras di pusat dan sedikit kayu. Daun menyirip, jarang tidak. Strobilus dalam ketiak daun, kadang kadang pada tangkai yang pendek dan keluar dari bagian batang yang telah tua, kadang kadang juga di ujung (terminal) pada cabang cabang atau batng batang yang menggarpu.

B.Saran
Demi terwujud nya makalah yang lebih sempurna di pertemuan selanjut nya mohon kritik dan saran nya yang sifat nya membangun supaya tidak terjadi kesalahan dan lebih sempurna dari makalah yang sekarang ini.





















DAPTAR PUSTAKA
Mc. Graw Hill. Tjitrosoepomo, G. 1988. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Gajah Mada Univ. Press.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Gadjah MadaUniversity Press

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar