Kamis, 07 Juni 2012

klasifikasi dan fitografi


A.    KLASIFIKASI
A.    1 Definisi Klasifikasi
Klasifikasi adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan-persamaan ciri (keseragaman),perbedaan ciri (keanekaragaman),cara hidup,tempat hidup, daerah penyebaran,dan sebagainya.
A.    2  Tujuan Klasifikasi
 Tujuan dilakukannya klasifikasi atau pengelompokan makhluk hidup, antara lain:
·         Menyederhanakan obyek studi, sehingga mempermudah dalam mempelajari.
·         Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup maupun manfaatnya agar mudah dikenali  pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya.Dasar pengelompokan makhluk hidup antara sistem klasifikasi yang satu dengan yang lain mungkin saja berbeda. Namun, pada umumnya klasifikasi makhluk hidup tersebut mempunyai tujuan dan manfaat yang hampir sama.
·         Melihat hubungan kekerabatan antar anggota kelompok makhluk hidup dalam klasifikasi tersebut. Makin banyak persamaan satu golongan dengan golongan lain artinya kedua golongan tersebut memiliki hubungan  kekerabatan makin dekat
·         Mengurutkan proses evolusi/ perkembangan suatu makhluk hidup berdasarkan  hubungan kekerabatan dengan golongan lain.
A.    3  Sejarah Klasifikasi
 Sistem Klasifikasi makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dulu. Ahli filosof Yunani,  Aristoteles (384-322 SM) mengelompokkan makhluk hidup ke dalam dua kelompok besar yaitu kelompok hewan (animalia) dan kelompok tumbuhan (plantae), namun keberadaan organisme mikroskopis belum dikenal pada saat itu. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem klasifikasi makhluk hidup dikelompokan dalam satu-satuan kelompok besar yang disebut kingdom. Sistem kingdom yang pertama diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus. Sistem kingdom pun terus mengalami perubahan dan perbaikan hingga sekarang dan sering menjadi pro dan kontra bagi para ilmuwan.Adapun beberapa sistem klasifikasi yang pernah dikenalkan para ahli yaitu:
1.      Sistem Dua kingdom
Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan), Ciri–ciri :
memiliki dinding sel, berklorofil, mampu berfotosintesis.
Kingdom Animalia (Dunia Hewan), Ciri–ciri : tidak memiliki dinding sel, tidak berklorofil, mampu bergerak bebas.
 Sistem ini dikembangkan oleh ilmuwan Swedia yaitu Carolus Linnaeus tahun 1735.
2.      Sistem Tiga Kingdom.
Kingdom Animalia (Dunia Hewan), Ciri : heterotrof, eukariot multiseluler  Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan), Ciri : autotrof, eukariot multiseluler, reproduksi dengan spora. Kingdom Protista (Organisme bersel satu atau uniseluler dan organisme multiseluler sederhana).Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Jerman (Ernst Haeckel) tahun 1866.
3.      Sistem Empat Kingdom.
Kingdom Animalia (Dunia Hewan,  Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan),  Kingdom Protista.  Kingdom Monera, ciri-ciri memiliki inti tanpa membran inti (prokariotik).Sistem Ini  ,kembangkan oleh ahli Biologi Amerika (Herbert Copeland) tahun 1956.
4.      Sistem Lima Kingdom
Kingdom Monera, Kingdom Protista,  Kingdom Fungi (Dunia Jamur), Ciri : eukariotik, heterotrof, tidak berklorofil, dinding sel dari zat kitin.  Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan) Kingdom Animalia (Dunia Hewan).Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika (Robert H. Whittaker) tahun 1969.

5.      Sistem Enam Kingdom.
Pada tahun 1970-an seorang mikrobiologi bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokraiot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudaian disebut Eubacteria.
Kingdom Animalia (Dunia Hewan),  Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan),  Kingdom Protista,  Kingdom Mycota (Dunia Jamur),  Kingdom Eubacteria,  Kingdom Archaebacteria. Namun hingga sekarang yang diakui sebagai sistem klasifikasi standar adalah sistem Lima Kingdom yang ditemukan oleh Whittaker.
Berikut ini adalah ciri-ciri umum organisme yang masuk ke dalam klasifikasi 5 kingdom.
a.       Monera
Monera adalah mahkluk hidup yang tidak membran inti (organisme prokariot). Meskipun tidak memiliki membran inti, organisme ini memiliki bahan inti. Bahan inti itu berupa asam inti atau DNA (deoxyribo nucleic acid atau asam deoksiribonukleat). Kelompok Monera ini terdiri dari Eubacteria (selama ini kita mengenalnya sebagai bakteri) dan Archaebacteria (bakteri yang hidup pada habitat ekstrim).
b.      Protista
Protista adalah kingdom mahkluk hidup yang terdiri dari satu sel atau banyak sel yang memiliki membran inti (organisme eukariot). Protista dikelompokan secara seerhana seperti protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga), dan protista mirip jamur.

c.       fungi (Jamur)
Fungi atau jamur merupakan kingdom mahkluk hidup yang tidak memiliki kloroplas. Tubuh jamur ada yang terdiri dari satu sel, berbentuk benang, atau tersusun dari kumpulan benang. Dinding selnya terdiri dari zat kitin. Oleh karena itu jamur tidak dapat dikelompokkan dalam dunia hewan atau tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota).
d.      Plantae (Tumbuhan)
Plantae atau kingdom tumbuhan adalah mahkluk hidup bersel banyak yang mempunyai kloroplas. Di dalam kloroplas terkandung klorofil. Oleh karena memiliki klorofil, maka tumbuhan dapat melakukan fotosintesis. Sel tumbuhan termasuk eukariot (memiliki membran inti) dan dinding selnya tersusun dari selulosa. Tumbuhan umumnya memiliki akar, batang, dan daun, kecuali beberapa jenis tumbuhan yang memiliki akar semu (rizoid), seperti pada briophyta (tumbuhan lumut). Perkembangbiakan tumbuhan terjadi secara kawin maupun tak kawin. Tumbuhan terdiri dari tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
e.       Animalia.
Animalia adalah kingdom hewan. Sel-selnya mempunyai membran inti (eukariot) dan tidak memiliki kloroplas. Selain itu sel hewan tidak memiliki dinding sel. Berbeda dengan tumbuhan, hewan dapat bergerak aktif dan memiliki sitem saraf.
A.    4  Macam-Macam Sistem Klasifikasi
1.      Klasifikasi Sistem Alami
Klasifikasi sistem alami dirintis oleh Michael Adams dan Jean Baptiste de Lamarck. Sistem ini menghendaki terbentuknya kelompok-kelompok takson yang alami. Artinya anggota-anggota yang membentuk unit takson terjadi secara alamiah atau sewajarnya seperti yang dikehendaki oleh alam.  Klasifikasi sistem alami menggunakan dasar persamaan dan perbedaan morfologi (bentuk luar tubuh) secara alami atau wajar. Contoh, hewan berkaki dua, berkaki empat, tidak berkaki, hewan bersayap, hewan bersirip, hewan berbulu, bersisik, berambut dan lain-lain. Sedangkan pada tumbuhan, ada kelompok tumbuhan berkeping biji satu, berkeping biji dua.
2.      Klasifikasi Sistem Buatan (Artifisial)
Sistem Artifisial adalah klasifikasi yang menggunakan satu atau dua ciri pada makhluk hidup. Sistem ini disusun dengan menggunakan ciri-ciri atau sifat-sifat yang sesuai dengan kehendak manusia, atau sifat lainnya. Misalnya klasifikasi tumbuhan dapat menggunakan dasar habitat (tempat hidup), habitus atau berdasarkan perawakan (berupa pohon, perdu, semak, ternak dan memanjat). Tokoh sistem Artifisial antara lain Aristoteles yang membagi makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan (plantae) dan hewan (animalia). Ia pun membagi tumbuhan menjadi kelompok pohon, perdu, semak, terna serta memanjat. Tokoh lainnya adalah Carolus Linnaeus yang mengelompokkan tumbuhan berdasarkan alat reproduksinya.
3.      Klasifikasi Sistem Filogenetik
Klasifikasi sistem filogenetik muncul setelah teori evolusi dikemukakan oleh para ahli biologi. Pertama kali dikemukakan oleh Charles Darwin pada tahun 1859. Menurut Darwin, terdapat hubungan antara klasifikasi dengan evolusi.  Sistem filogenetik disusun berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan antara takson yang satu dengan yang lainnya. Selain mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi dan anatomi maupun fisiologinya, sistem ini pun menjelaskan mengapa makhluk hidup semuanya memiliki kesamaan molekul dan biokimia, tetapi berbeda-beda dalam bentuk susunan dan fungsinya pada setiap makhluk hidup.

Jadi pada dasarnya, klasifikasi sistem filogenetik disusun berdasarkan persamaan fenotip yang mengacu pada sifat-sifat bentuk luar, faal, tingkah laku yang dapat diamati, dan pewarisan keturunan yang mengacu pada hubungan evolusioner sejak jenis nenek moyang hingga cabang-cabang keturunannya.
Carolus Linnaeus (1707-1778), sarjana kedokteran dari Swedia yang sangat besar perhatiannya terhadap bidang botani, menganut sistem klasifikasi buatan. Linnaeus menyatakan bahwa makhluk hidup  yang memiliki persamaan paling banyak digolongkan dalam tingkatan yang sama, mengenal adanya tingkatan pengelompokan makhluk hidup yang disebut takson.  Anggota-anggota dalam tingkatan takson yang semakin tinggi mempunyai persamaan semakin sedikit.
Sebaliknya, makin rendah tingkatan takson, maka semakin banyak persamaannya. Umumnya kelompok (takson) dari tinggi ke rendah adalah :
Kingdom (Dunia), Phylum (Filum) atau Division (Divisi), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), Familia (Suku), Genus (Marga), Species (Spesies/Jenis)
Linnaeus juga memelopori cara pemberian nama makhluk hidup  menggunakan sistem penamaan yang dikenal dengan sistem binomial nomenklatur (sistem tata nama ganda). Ketentuan penamaan tersebut adalah sebagai berikut:
a.        Nama ilmiah makhluk hidup ditulis dalam bahasa Latin atau bahasa asing yang dilatinkan.   Contohnya, nama ilmiah melinjo adalah Gnetum gnemon yang berasal dari bahasa Melayu gnemu.
b.       Setiap nama jenis terdiri atas dua suku kata. Kata pertama menunjukkan nama genus, sedangkan kata kedua menunjukkan keterangan jenis/spesies (misalnya mammosum= seperti mammae). Contohnya nama ilmiah harimau adalah Felis tigris dan nama ilmiah padi adalah Oryza sativa.
c.        Huruf pertama pada kata pertama ditulis dengan huruf kapital, misalnya Felis dan Oryza. Adapun huruf pertama pada kata kedua ditulis dengan huruf kecil, misalnya tigris dan sativa.
d.       Nama jenis makhluk hidup dicetak miring, misalnya Oryza sativa atau dapat juga digarisbawahi, misalnya Felis tigris.e.
e.        Nama varietas ditulis sebagai kata ketiga, misalnya Oryza sativa glutinosa, yaitu nama lain padi varietas ketan.

B.   FITOGRAFI
 Fitografi(morfologi tumbuhan) berasal dari kata fit dan grafi( fito artinya tumbuhan dan grafi artinya penggambaran). Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa fitografi adalah ilmu yang mempelajari tentang deskripsi tumbuhan/pencandraan tumbuhan/pertelaan tumbuhan(pertelaan ketika jenis yang pertama kali dipublikasikan harus pakai bahasa latin.

B.1 Bagian  vegetatif  Pada  tumbuhan.

Reproduksi pada tumbuhan dapat berlangsung secara vegetatif (aseksual /tidak kawin), generatif (seksual=kawin), dan metagenesis (vegetatif dan generatif secara bergantian). Organ vegetatif tumbuhan ini terdiri dari akar, batang, dan daun.Berikut ini reproduksi vegetatif alami:
a.Rhizoma
    adalah batang yang menjalar di bawah tanah, dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri rizom adalah adanya daun yang mirip sisik, tunas, ruas dan antar ruas. Rizom terdapat pada bambu, dahlia, bunga iris, beberapa jenis rumput, kunyit, lengkuas, jahe dan kencur.

b. Geragih atau Stolon
     adalah batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas adventisia (liar), dan masing-masing tunas ini dapat menjadi anakan tanaman. . Contoh: rumput teki, stroberi.

 c. Umbi Batang
     Umbi batang atau tuber merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam batang dan terletak didalam tanah. Jika umbi ini ditanam, dapat tumbuh tunas menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tuber adalah kentang dan singkong.

d. Umbi lapis  
    Umbi lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah. Umbi lapis diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh: tumbuhan lili, tulip dan bawang.Sedangkan vegetatif buatan dengan cara stek ,mencangkok,merunduk,menempel dan menyambung,mengenten
Organ utama pada tumbuhan yaitu:
a.Batang
     Batang merupakan salah satu bagian penting, dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan. Batang dapat di samakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.
Pada umumnya batang mempunyai sifat – sifat berikut :
·         Umumnya berbentuk panang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf, artinya sejumlah bidang di bagi menjadi dua bagian yang setangkup.
·         Terdiri atas ruas – ruas yang masing – masing dibatasi oleh buku –buku dan disitulah terdapat daun.
·         Tumbuhnya biasanya ke atas, menuju cahaya matahari atau bersifat fototrop atau heliotrope.
·         Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
·         Mengadakan percabangan dan salalu hidupnya tumbuhan tidak digugurkan, kecuali kadang – kadang cabang atau ranting yang kecil.
·         Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.
Batang juga mempunyai fungsi untuk :                          
·         Mendukung bagian – bagian tumbuhan yang ada di atas tanah, yaitu : daun, bunga, dan buah.
·         Dengan percabangan memperluas bidang asimilasi, dan menempatkan bagian – bagian tumbuhan di dalam ruang sedemikian rupa, hingga dari segi kepentingan tumbuhan bagaian – bagian tadi terdapat dalam posisi yang paling menguntungkan.
·         Jalan pengangkutan air dan zat – zat makanan dari bawah ke atas dan jalan pengangkutan hasil – hasil asimilasi dari atas ke bawah.
·         Menjadi tempat penimbunan zat – zat makanan cadangan.
Jika kita membandingkan berbagai jenis tumbuhan, ada di antarannya tetapi ada pula tampaknya tidak berbatang, oleh sebab itu kita membedakannya :
Tumbuhan yang tidak berbatang ( planta acaulis )
     tumbuhan yang benar tidak berbatang sesungguhnya tidak ada hanya tampaknya saja tidak ada. Hal ini di sebabkan karena batang amat pendek, sehingga daunnya seakan – akan keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun rapat satu sama lain merupakan suatu roset ( rosula ), seperti pada lobak ( raphanus sativus L ), sawi ( Brassica juncea L ) . tumbuhan ini akan memperlihatkan batang dengan nyata pada waktu berbunga dari tengah – tengah roset daun akan muncul batang yang tumbuh cepat dengan daun – daun yang jarang – jarang.
Tumbuhan yang jelas berbatang :
a.      Batang basah ( herbaceous ),
     yaitu batang yang lunak dan berair, misalnya pada bayam (amaranthus spinosus L ), krokot ( portulaca oleracea L ).
b.      Batang berkayu ( lignosus),
                  yaitu batang yang biasa keras dan kuat, karena sebagian besar terdiri atas kayu,  yang terdapat pada pohon – pohon ( arbores ) dan semak – semak ( flutices ) pada umunya.
c.        pohon
          adalah tumbuhan yang tinggi besar, batang berkayu dan bercabang jauh dari permukaan tanah, sedangkan semak adalah tumbuhan yang tak seberapa besar, batang berkayu, atau malahan dalam tanah. Misalnya pohon mangga ( mangifera indica L,), semak ; sidaguri ( sida rhombifolla L ).
d.      Batang rumput ( calmus ):
         yaitu batang yang tidak keras, mempunyai ruas – ruas yang nyata dan seringkali  berongga, misalnya pada padi ( orzya sativa L )
e.       Batang mendong ( calamus ):
         yaitu batang rumput tetapi mempunyai ruas – ruas yang lebih panjang, misalnya pada mendong ( fimbristylis globulosa kunth ), wlingi ( scirpus grossus L ) dan tumbuhan sebangsa teki ( cyperaceae ).
f.       Bentuk Batang
Tumbuhan biji belah ( dicotyledoneae ) pada umumnya mempunyai batang yang dibagain bawahnya lebih besar dan ke ujung semakin mengecil, jadi batanngnya dapat di pandang sebagai suatu kerucut atau limas yang amat memanjang, yang dapat mempunyai percabangan atau tidak.
        Tumbuhan biji tunggal ( monocotyledoneae ) sebaliknya mempunyai batang yang dari pangkal sampai ke ujung boleh di kata tak ada perbedaan besarnya. Hanya pada beberapa golongan saja yang pangkalnya tampak membesar, tetapi ke atas tetap sama. Seperti pada palma ( palmae). Jika kita berbicara tentang bentuk batang biasanya di maksudkan ialah bentuk batang pada penampang melintangnya, dan dilihat dari sudut bentuk penampang melintangnya dibedakan menjadi macam – macam bentuk batang:
a)      Bulat ( teres ), misalnya bambu ( bambusa sp ), kelapa ( cocos nucifera L )
b)      Bersegi ( angularis ), dalam hal ini ada kemungkinan :
·                -Bangun segitiga ( triangularis ), misalnya batang teki ( cyperus rotundus ).
·          -Segi empat ( quadrangularis ), misalnya batang markisa ( passiflora     quadrangularis L), iler ( coleus scutellarioides benth ),.
    c)       Pipih dan biasanya lalu melebar menyerupai daun dan mengambil alih  tugas daun pula.
f. Batang yang bersifat demikian di namakan :
·         Filokladia ( phyllocladium ), jika amat pipih dan mempunyai pertumbuhan yang terbatas, misalnya pada jakang ( muehlenbeckia platyclada meissn ),.
·         Kladodia ( cladodium ), jika masih tumbuh terus dan mengadakan perkecabangan, misalnya kaktus ( opuntia vulgaris Mill.).
Dilihat permukaannya, batang tumbuh – tumbuhan juga memperlihatkan sifat yang bermacam – macam. Dengan membedakan permikaan batangnya yang :
  • Licin ( laevis ), misalnya pada jagung ( Zea mays L.)
  • Berusuk ( costatus ), jika pada permukaan terdapat rigi – rigi yang membujur, misalnya iler ( coleus scutellarioides benth ).
  • Beralur ( sulcatus ). Jika membujur batang terdapat alut – alur yang jelas, misalnya pada( cereus perivianus L), Haw.
  • Bersayap ( alatus ), biasanya pada batang yang bersegi, tetapi pada sudut – sudutnya terdapat pelebaran yang tipis, misalnya pada ubi ( dioscorea alata L ) dan markisah ( passiflora quadrangularis).
Selain dari itu permukaan batang dapat pula :
  • Berambut ( pilosus ), seperti misalnya pada tembakau (nicotiana tabacum L).
  • Berduri ( spinosus ), misalnya pada mawar ( rosa sp. )
  • Memperlihatkan bekas – bekas daun, misalnya pada papaya ( carica papaya L) dan kelapa ( cocos nucifera L ).
  • Memperlihatkan bekas – bekas daun penumpu, misalnya : nangka ( artocarpus integra merr ), keluwih ( artocarpus communis forst. )
  • Memperlihatkan banyak lentisel, misalnya pada sengon ( albizzia stipulate bolv.)
  • Keadaan – keadaan lain, misalnya lepasnya kerak ( bagian kulit yang mati ) seperti terlihat pada jambu biji ( psidium guanjava L,) dan pohon kayu putih ( melaleuca leucadendron L ).

Arah Tumbuh Batang
Walaupun seperti telah dikemukakan, batang umumnya tumbuh kearah cahaya, meninggalkan tanah dan air, tetapi mengenai arahnya dapat memperlihatkan variasi, dan bertalian dengan sifat ini di bedakan batang yang tumbuhnya :
  1. Tegak lurus ( erectus ), yaitu jika arahnya lurus ke atas, misalnya papaya ( carica papaya L ).
  2. Menggantung ( dependens pendulus ), ini tentu saja hanya mungkin untuk tumbuh – tumbuhan yang tumbuhnya di lereng – lereng atau tepi jurang, misalnya zebrine pendula schnitzel atau tumbuh – tumbuhan yang hidup di atas pohon sebagai epifit, misalnya jenis anggrek ( orchidaceae ).
  3. Berbaring ( himifusus ), jika batang terletak pada permukaan tanah, hanya ujungnya saja sedikit membengkok ke atas, misalnya pada semangka ( citrullus vulgaria schrad ).
  4. Menjalar atau merayap ( repens ), batang berbaring, tetapi dari buku – bukunya kelaur akar – akar, misalnya batang ubi jalar ( lpomoea batatas poir.)
  5. Serong ke atas atau condong ( ascendens ), pangkal batang seperti hendak berbaring,  tetaapi bagian lainnya lalu membelok ke atas, misalnya pada kacang tanah ( arachis hypogaea L ).
  6. Mengangguk ( nutans ), batang tumbuh tegak lurus ke atas,tetapi ujungnya lalu membengkok kembali k bawah , misalnya pada bunga matahari ( helianthus annuus L).
  7. Memanjat ( scandens ),  yaitu jika batang tumbuh ke atas dengan menggunakan penunjang, penunjang dapat berupa benda mati ataupun tumbuhan lain, dan pada waktu naik ke atas batang menggunkan alat – alat khusus untuk berpegangan pada penunjangnya ini, misalnya  dengan :

  • Akar pelekat, contohnya sirih ( piper betle L)
  • Akar pembelit, misalnya panili ( vanilla planifolia andr )
  • Cabang pembelit ( sulur dahan ), misalnya anggur ( vitis vinifera L )
  • Daun pembelit atau sulur daun, misalnya kembang sungsang ( gloriosa superba L ).
  • Tangkai pembelit, misalnya pada kapri ( pisum sativum L )
  • Duri, misalnya mawar ( rosa sp ), bugenvil ( bougainvillea spectabillis wild )
  • Duri daun, misalnya rotan (  calamus caesius )
  • Kait, misalnya gambir ( uncaria gambir roxb),
h.       Membelit ( volubilis ), jika batang naik ke atas dengan menggunakan penunjang seperti batang yang memanjat, akan tetapi tidak dipergunakan alat – alat yang khusus, melainkan batangnya sendiri naik dengan melilit penunjangnya. Menurut arah melilitnya d bedakan menjadi 2 macam :
1.      Membelit ke kiri  ( sinistrorsum volibilis ), jika dilihat dari atas arah belitan berlawanan dengan arah putaran jarum jam dapat pula dikatakan demikian : jika kita mengikuti jalannya batang yang membelit itu, penunjang akan selalu di sebelah kiri kita. Batang yang membelit ke kiri , misalnya pada kembang telang ( clitoria ternatea L ).

2.      Membelit ke kanan ( dextrorsum volubillis ), jika arah belitannya sama dengan arah gerakan jarum jam, atau jika mengikti arah belitan penunjang akan selalu di sebelah kanan kita, batang tumbuhan yang membelit ke kanan tidak banyak di temukan, contoh : gadung ( dioscorea hispida dennst ).


Percabangan Pada Batang
  Batang suatu tumbuhan ada yang bercabang ada yang tidak, yang tidak bercabang kebanyakan   dari golongan tumbuhan yang berbiji tunggal ( monocotyledoneae ), misalnya jagung ( zea mays ). Umumnya batang memperlihatkan percabangan , entah banyak entah sedikit.
Cara percabangan percabangan ada 3 macam yaitu
  • cara percabangan monopodial
  • cara percabangan simpodial
  • percabangan menggarpu
cabang yang besar yang biasanya langsung keluar dari batang pokok lazimnya di sebut dahan ( ramus ), sedangkan cabang – cabang yang kecil dinamakan ranting ( ramulus ). Cabang – cabang pada suatu tumbuhan dapat bermacam – macam sifatnya, oleh sebab itu cabang – cabang dapat dibedakan seperti di bawaah ini :
  1. geragih ( fllagelium stolo ), yaitu cabang – cabang kecil panjang yang tumbuh merayap, dan dari buku – bukunya ke atas keluar tunas baru dan ke bawah tumbuh akar – akar. Cabang ini dibedakan menjadi 2 macam :
1. merayap di atas tanah
2. merayap di bawah tanah
  1. wiwilan atau tunas air ( virga singularis ), yaitu cabang yuang biasnya tumbuh cepat dengan ruas - ruas yang panjang, dan seringkali berasal dari kuncup yang tidur dan kuncup – kuncup liar seringkali terdapat pada kopi ( coffea sp), dan pohon coklat ( theobroma cacao L.).
  2. sirung panjang ( virga), yaitu cabang – cabang yang biasanya merupakan pendukung daun – daun, dan mempunyai ruas – ruas yang cukup panjang. Pada cabang – cabang demikian ini tidak pernah dihasillakan bunga, oleh sebab itu sering di sebut cabang yang mandul (steril).
  3. Sirung pendek ( virgule atau virgule sucrescens ), yaiotu cabang – cabang kecil dengan ruas – ruas yang pendek yang selain daun biasanya merupakan pendukung bunga dan buah. Cabang yang dapat menghasilkan alat perkembangbiakan bagi tumbuhan ini disebut cabang yang subur ( fertil). 
        Cabang – cabang pada suatu tumbuhan biasanya membentuk sudut yang tertentu dengan batang pokonya. Bergantung pada besar kecilnya sudut ini, maka arah tumbuh cabang jadi berlarlainan. Umumnya orang membedakan arah tumbuh cabang seperti berikut :
  1. Tegak ( fastigiatus ), yaitu jika sudut antara batang dan cabang amatr kecil, sehingga arah tumbuh cabang hanya pada pangkalnya saja sedijkit serong ke atas, tetapi selanjutnya hamper sejajar dengan batang pokoknya, misalnya wiwilan pada kopi ( coffea sp ).
  2. Condong ke atas ( patens ), jika cabang dengan batang pokok membentuk sudut kurang lebih dari 45 derajat, misalnya pada pohon cemara (casuarina equisetifolia L.).
  3. Mendatar ( horinzotalis ), jika cabang dengan batang pokok membentuk sudut sebesar kurang lebih 90 derajat celcius, misalnya pada pohon randu ( ceiba pentdra gaertn).
  4. Terkulai ( declinatus ), jika cabang pada pangkalnya mendatar, tetapi ujaungnya lalu melengkung ke bawah, misalnya kopi robusta ( coffea robusta Lindl. ).
  5. Bergantung ( pendulus ), cabang – cabang yang tumbuhnya ke bawah, misalnya cabang – cabang tertentu pada salix.
        Mengenai soal batang, selain telah yang diuraikan di muka, ada bermacam – macam tumbuhan yang mempunyai pangkal batang di dalam tanah,yang merupakan suatu alat untuk menahan kala yang buruk. Pangkal batang dalam tanah yang berguna untuk mengarungi kala yang buruk itu di sebut caudex, terdapat misalnya pada valerian ( veleriana officinallis L.), klembak ( Rheum officinale B).
         Dalam membicarakan perihal pangkal batang yang menjadi alat untuk mempertahankan kehidupan tumbuhan mempunyai umur yang terbatas. Karena kalau batangnya mati, biasanya tumbuhannya pun mati, maka tumbuhannya seringkali di bedakan menurut panjang atau pendeknya umurnya, yaitu dalam :
  1. Tumbuhan annual ( annuus ), yaitu tumbuhan yang umurnya pendek, umumnya kurang dari satu tahun sudah mati atau paling banyak dapat mencapai umur satu tahun. Misalnya pada tumbuhan jagung ( zea mays L), kedelai (soja max piper ), kacang tanah ( arachis hypogea L).
  2. Tumbuhan bienal ( dua tahun ) ( biennis ), yaitu tumbuhan yang untuk hidupnya, mulai tumbuh sampai menghasilkan biji (keturunan baru )memerlukan waktu dua tahun. Misalnya pada biet (Beta vulgaris L),
  3. Tumbuhan menahun atau tumbuhan keras, yaitu yang dapat mencapai umur sampai bertahuyn – tahun belum juga mati,bahkan ada yang dapat mencapai umur saampai ratusan tahun. Misalnya empon ( Zingiberaceae).
b.      Daun




B.2  Bagian Generatif  Tumbuhan

a.Bunga
      Bunga tumbuhan berfungsi sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan secara generatif. Pada bunga terdapat putik yang berfungsi sebagai alat kelamin betina dan benang sari yang menghasilkan serbuk sari yang berfungsi sebagai alat kelamin jantan.








b.Buah dan Biji
           
       Dalam buah terdapat biji yang berfungsi sebagai makanan cadangan (endosperma) dan bakal tumbuhan baru  (lembaga). Sedangkan daging dan kulit buah berfungsi melindungi bakal tumbuhan baru dari pengaruh buruk lingkungan luar.









BAB III
 PENUTUP

A.Kesimpulan
1.  Klasifikasi adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan-persamaan ciri (keseragaman),perbedaan ciri (keanekaragaman),cara hidup,tempat hidup, daerah penyebaran,dan sebagainya.
2. Tujuan utama dilakukanya klasifikasi ialah untuk menyederhanakan objek studi yang dipelajari sehinggga dapat diketahui hubungan kekerabatanya.
3. Dalam sejarah klasifikasi ada 5 sistem klasifikasi yang pernah dikenalkan oleh para ahli yaitu:Sistem dua kingdom,sistem tiga kingdom,sistem empat kingdom,sistem lima kingdom,sistem enam kingdom.Namun hingga sekarang yang diakui sebagai sistem klasifikasi standar adalah sistem Lima Kingdom yang ditemukan oleh Whittaker.
4.Adapun macam-macam klasifikasi yaitu:
·         Klasifikasi sistem alami
·         Klasifikasi sistem buatan(Artifisial)
·         Klasifikasi sistem filogenetik
5. Fitografi (Morfologi Tumbuhan) ialah adalah ilmu yang mempelajari tentang deskripsi tumbuhan/pencandraan tumbuhan/pertelaan tumbuhan(pertelaan ketika jenis yang pertama kali dipublikasikan harus pakai bahasa latin.
6. Bagian-bagian vegetatif tumbuhan adalah batang,akar,daun.Sedangkan bagian generatif tumbuhan:bunga dan buah

 B.Saran
     Sebagai manusia sebaiknya kita menjaga kelestarian flora dan fauna yang ada di alam ini,agar tidak terjadi kepunahan makhlup hidup lain.




DAFTAR PUSTAKA

      Alfianti,Maria.2007.Biologi Kelas 1 SMA.Sidoarjo: Sanskerta Inti Media.

      Krisnawati, Anie.2004.Biologi Untuk SMA/MA.Semarang:CV Pustaka  Manggala
.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar